Tanah, Rumah, Makna

Membaca Lanskap Budaya Toraja dari Tongkonan

 

Buku ini lahir dari semangat untuk memahami hubungan antara ruang, budaya, dan identitas masyarakat Toraja melalui pendekatan geografi budaya yang kritis dan kontekstual. Toraja bukan sekadar wilayah geografis, tetapi lanskap budaya yang menyimpan makna mendalam tentang cara manusia memaknai tanah dan rumah sebagai bagian dari jati diri. Tongkonan, rumah adat Toraja, tidak hanya berdiri sebagai arsitektur tradisional, melainkan sebagai representasi nilai, kepercayaan, dan struktur sosial masyarakatnya. Buku ini mengajak pembaca membaca Tongkonan sebagai teks ruang yang hidup, di mana bentuk fisik, simbol ukiran, dan tata letak menjadi bahasa visual yang mencerminkan hubungan manusia, alam, dan leluhur. Pembahasan dalam buku ini disusun sistematis melalui kerangka teori geografi budaya, mulai dari konsep ruang dan ideologi hingga praktik sosial dan transformasi budaya di Sulawesi Selatan.

Penyusun

Izha Tun Nisa Suparno
Alfyananda Kurnia Putra

ISBN978-634-234-752-2
PenerbitPT Literasi Nusantara Abadi Grup
Halamanxii + 100
Harga

Rp 88.000