Jebolan Pesantren Bukan Pengangguran
Revolusi Manajemen Pesantren
Santri, selama ini, sering dipandang sebagai pribadi yang santun, religius, dan memiliki moralitas tinggi. Pesantren pun dihormati sebagai lembaga yang menjaga khazanah keilmuan Islam dan membentuk generasi dengan kedalaman spiritual. Namun, di tengah pujian tersebut, tersimpan ironi yang tak bisa diabaikan: banyak lulusan pesantren yang mengalami kesulitan menembus dunia kerja, menghadapi stigma sosial sebagai “pengangguran terselubung”, atau merasa tidak cukup kompeten dalam menghadapi tuntutan zaman.Fenomena ini bukan semata-mata kesalahan individu santri, melainkan cerminan dari tantangan sistemik yang dihadapi pesantren dalam menyesuaikan diri dengan realitas sosial, ekonomi, dan budaya yang semakin kompleks. Kurikulum yang tidak selalu kontekstual, budaya internal yang stagnan, serta manajemen kelembagaan yang konvensional menjadi faktor-faktor penting yang perlu ditinjau ulang. Di tengah potensi besar yang dimiliki pesantren, baik secara kuantitas lembaga maupun kualitas sumber daya manusianya, perlu ada revolusi menyeluruh dalam cara pesantren mendidik, mengelola, dan memproyeksikan lulusannya ke masa depan.
| Penyusun | Dr. KH. Wahyudi Widodo, MBA., M.Pd.I. |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | vi + 134 |
| Harga | Rp 97.000 |