Di Balik Layar Bahasa
Menyingkap Strategi Wacana Di Era Algoritma
Perkembangan media digital dan sistem algoritmik telah membawa perubahan mendasar dalam cara bahasa diproduksi, didistribusikan, dan dimaknai. Bahasa tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, melainkan juga instrumen strategis yang berkelindan dengan kuasa, ideologi, dan kepentingan tertentu. Algoritma platform digital secara tidak langsung membentuk apa yang terlihat, didengar, dan dipercaya publik. Dalam konteks inilah wacana tidak lahir secara netral, melainkan melalui proses seleksi, penonjolan, dan pengulangan yang sarat dengan kepentingan sosial, politik, ekonomi, dan kultural. Buku ini berupaya membongkar proses-proses tersebut secara kritis dan sistematis. Setiap bab menyajikan pembahasan yang saling melengkapi, mulai dari pergeseran narasi publik dalam media digital di Indonesia, relasi antara wacana, kuasa, dan ideologi, hingga refleksi atas peran kecerdasan buatan, etika teknologi, serta representasi gender dan kekuasaan di ruang siber. Hal ini mencerminkan kompleksitas persoalan kebahasaan di era algoritma, sekaligus menegaskan bahwa bahasa merupakan medan perjuangan makna yang terus bergerak dan dinegosiasikan. Secara teoretis, buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian linguistik kritis, studi media, dan ilmu sosial-humaniora, khususnya dalam konteks Indonesia kontemporer. Pembahasan yang merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh penting seperti Fairclough, Foucault, dan Gramsci dipadukan dengan fenomena aktual di ruang digital, sehingga memberikan jembatan antara teori dan realitas sosial.
| Penyusun | Charlina, Eka Setia Pratiwi, Utari Wulandari, Rinanda Setyanisa, Fitrah, Yunhelmi, Kastri Elmy, Meirita Wulansari Kemit, Sonia Setiawatia, Dinil Arifah, Novriadi Oktavian, Kasrizal, Dedek Dwi Suci Ramadhani, Ferika Megasari |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | x + 222 |
| Harga | Rp 139.000 |