Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal
Menelusuri Nilai-Nilai Tradisi Mappanre Temme’ di Tanah Bugis
Buku ini lahir dari keinginan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan Islam yang berakar kuat dalam tradisi masyarakat Nusantara, khususnya masyarakat Bugis. Tradisi Mappanre Temme’ atau prosesi khatam Al-Qur’an bukan hanya warisan budaya keagamaan, melainkan juga cerminan spiritualitas, adab, dan karakter sosial yang luhur. Nilai-nilai seperti keikhlasan, syukur, penghormatan kepada guru, serta kebersamaan menjadi inti yang relevan dengan tujuan pendidikan Islam sepanjang masa.Di tengah tantangan modernitas, pendidikan Islam perlu memiliki akar kultural yang kokoh agar mampu melahirkan generasi berakhlak, berpengetahuan, dan berjati diri. Dengan pendekatan interdisipliner antara pendidikan Islam, antropologi budaya, dan teologi sosial, buku ini berupaya menggali serta merevitalisasi nilai nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi lokal, kemudian menyajikannya sebagai model konseptual pendidikan Islam berbasis budaya. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya teori dan praktik pendidikan Islam yang lebih kontekstual, moderat, dan relevan dengan realitas sosial masyarakat Indonesia.
| Penyusun | Jumrianah |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | CV Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | x + 180 |
| Harga | Rp 122.000 |