Islam dan Gerakan Islam Kontemporer
Buku ini disusun untuk membedah dinamika Islam dalam konstelasi modernitas. Dekolonisasi pengetahuan dan Islamisasi pengetahuan yang diantara tokohnya adalah Ziauddin Sardar, Syed Naquib Al Attas dan ANouar Majid berusaha untuk menjadi refleksi dalam memahami bagaimana Islam ke depan. Kapitalisme, Neoliberalisme, juga berusaha dibedah dalam buku ini. Pesantren –sebagai sub kultur, meminjam istilah Gusdur- juga menjadi diskusi mendalam terutama tentang bagaimana tradisi pesantren berbasis kearifan local. Dan juga feminisme yang diantara tokohnya adalah Amina Wadud, Saba Mahmud dalam buku ini menjadi reorientasi baru bagi isu gender ke depan. Selanjutnya, di era kontemporer ini, Islam bukan sekadar sistem kepercayaan yang statis, melainkan sebuah kekuatan sosial-politik yang dinamis dan adaptif. Kehadiran berbagai gerakan Islam -baik yang bersifat reformis, puritan, hingga moderat- merupakan respons terhadap tantangan zaman, mulai dari arus sekularisme, globalisasi, hingga pergolakan geopolitik dunia. Penulis menyadari bahwa topik mengenai gerakan Islam kontemporer sangatlah kompleks dan luas. Oleh karena itu, buku ini berupaya memberikan potret yang objektif mengenai akar pemikiran, karakteristik, serta pengaruh gerakan-gerakan tersebut dalam membentuk wajah peradaban Islam masa kini dan bahkan masa depan
| Penyusun | Affan, S.Pd.I, M.M. |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | vi + 230 |
| Harga | Rp 313.000 |