Akuntabilitas Dialogis dalam Budaya Pertanian Bugis

Tata Kelola Pangan Partisipatif untuk  Mendukung Ketahanan Pangan

 

Perkembangan ketahanan pangan dewasa ini menunjukkan adanya pergeseran dari pendekatan yang bersifat top-down menuju pendekatan tata kelola yang lebih inklusif dan partisipatif. Sistem pangan tidak lagi dipandang sebagai sekadar rangkaian aktivitas produksi dan distribusi, melainkan sebagai suatu sistem kompleks yang melibatkan berbagai aktor, nilai, serta interaksi sosial yang dinamis. Buku ini hadir untuk menjelaskan bagaimana pendekatan tersebut dapat dipahami melalui praktik budaya lokal, khususnya dalam masyarakat Bugis. Masyarakat Bugis memiliki kekayaan nilai budaya yang sangat relevan dalam mendukung tata kelola pangan yang berkelanjutan. Nilai-nilai seperti siri’, reso, dan assitinajang tidak hanya berfungsi sebagai norma moral, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang mengatur hubungan antarindividu dan komunitas dalam pengelolaan sumber daya. Nilai-nilai tersebut membentuk sistem etika kolektif yang memperkuat tanggung jawab sosial serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, pertanian dalam masyarakat Bugis tidak hanya dipahami sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang sarat dengan proses dialog, musyawarah, dan pertukaran pengetahuan. Buku ini juga membahas konsep akuntabilitas dialogis sebagai pendekatan alternatif dalam memahami praktik akuntabilitas di tingkat komunitas. Akuntabilitas tidak lagi dipandang sebagai proses pelaporan satu arah, tetapi sebagai ruang interaksi yang memungkinkan berbagai kepentingan bertemu, berdiskusi, dan membangun kesepakatan bersama.

Penyusun

Sylvia
Maryadi
Nurhaeda Z

PenerbitCV Literasi Nusantara Abadi
Halamanviii + 104
Harga

Rp 198.000