Smart Farming Desa Kering
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal
Pertanian hingga saat ini masih menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Selain berperan sebagai penyedia pangan, sektor pertanian juga menjadi sumber mata pencaharian, penggerak ekonomi lokal, serta penyangga ketahanan pangan nasional. Namun demikian, pembangunan pertanian di wilayah desa kering menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari keterbatasan ketersediaan air, penurunan kualitas lahan, perubahan iklim, rendahnya produktivitas, keterbatasan akses teknologi, hingga dinamika pasar yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut menuntut hadirnya pendekatan baru yang mampu mengintegrasikan pemanfaatan teknologi modern dengan potensi sumber daya lokal yang dimiliki setiap wilayah. Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi transformasi sektor pertanian melaluipenerapan konsep smart farming. Teknologi seperti sensor lingkungan, sistem irigasi cerdas, Internet of Things (IoT), sistem informasi pertanian, pemanfaatan data, hingga berbagai aplikasi digital mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha tani, memperbaiki kualitas produksi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Namun demikian, teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan alat yang harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta disesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan setempat.
| Penyusun | Erny Ishartati |
|---|---|
| Penerbit | CV Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | viii + 144 |
| Harga | Rp 298.000 |