Dayak Melayu
Satu Darah Dua Dunia
Di balik beragam identitas yang melekat pada masyarakat Kalimantan Barat, tersimpan jejak sejarah panjang yang memperlihatkan bahwa Dayak dan Melayu bukanlah dua dunia yang saling terpisah, melainkan dua ekspresi budaya yang tumbuh dari akar peradaban yang saling berkelindan. Hubungan keduanya dibangun melalui perjalanan sejarah, interaksi sosial, bahasa, tradisi, ruang hidup, hingga nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi.
Melalui pendekatan sejarah, antropologi, linguistik, sosiologi, studi agama, politik, sastra, dan ekologi, buku ini mengajak pembaca menelusuri akar purba hubungan Dayak dan Melayu, memahami proses negosiasi identitas yang berlangsung selama berabad-abad, serta melihat bagaimana kearifan lokal menjadi fondasi dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Berbagai kajian mengenai mitologi, ritual, pantun, kuliner, ruang sosial, demokrasi lokal, hingga pelestarian lingkungan disajikan secara komprehensif untuk memperlihatkan kekayaan peradaban Borneo dari berbagai sudut pandang.
| Penulis | Chairil Effendy, Hermansyah, Muriadi Arip, Paulus Ajong, Syafaruddin Usman, Alexander Mering, Albertus Imas, Ahmad Rabi’ul Muzammil, Samsul Hidayat, Dedy Ari Asfar, Urai Muhani, M. Rustam, Sri Sukarni, Gusti Hardiansyah, Syamsul Kurniawan, Jumadi, Syahdin L. Nyarong, Stefanus Barlian Soeryamassoeka |
|---|---|
| Penerbit | CV. Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | xiv + 376 |
| Harga | Rp 428.000 |