Metodologi Penelitian Kualitatif Ilmu Lingkungan Kontemporer

Dekolonisasi, Ekologi Politik, dan Ko-Produksi Pengetahuan

 

Krisis ekologis kontemporer tidak lagi dapat dibaca semata-mata sebagai anomali biofisik yang terisolasi. Krisis ekologi adalah simpul kusut dari relasi kuasa, memori yang terabaikan, dan sistem pengetahuan yang saling berbenturan. namun, selama beberapa dekade, lanskap akademik kita sering kali terjebak dalam kebingungan epistemik yang mendalam. Masih terjadi kelemahan pemahaman mengenai Ilmu Lingkungan sebagai sebuah ilmu yang otonom dan transformatif. Ilmu Lingkungan kerap direduksi sekadar menjadi tampungan dari ilmu-ilmu dasar dan terapan, sehingga dalam praktik penelitian, sering terjadi tumpang tindih yang membingungkan antara ontologi ilmu asal (seperti biologi, kimia, atau sosiologi murni) dengan ontologi Ilmu Lingkungan itu sendiri. Reduksionisme ini melahirkan penelitian yang ekstraktif, yang memisahkan manusia dari alam, dan secara sistematis melakukan epistemicide terhadap cara-cara mengetahui yang telah lama dipraktikkan oleh masyarakat Nusantara. Buku ini ditulis untuk meruntuhkan tembok reduksionisme tersebut. Buku ini hadir sebagai kompas metodologis yang mengajak peneliti untuk tidak lagi memposisikan diri sebagai penambang data di ruang hidup masyarakat, melainkan sebagai penenun (weaver) pengetahuan yang menghormati masa lalu dan berpihak pada keadilan ekologis.

PenyusunM Rawa El Amady
PenerbitCV. Literasi Nusantara Abadi
Halamanxviii + 144
HargaRp197.000