Blueprint Tata Kelola BUMDes Pariwisata
Model Komunikasi Kebijakan dan Politik Anggaran untuk Desa Berkelanjutan
Perubahan desa menuju kawasan wisata membawa peluang sekaligus tantangan yang tidak sederhana. Pariwisata dapat membuka lapangan kerja, menciptakan nilai tambah ekonomi, mengembangkan usaha masyarakat, dan memperkuat kemandirian desa. Namun, tanpa tata kelola yang baik, perkembangan tersebut juga dapat melahirkan kesenjangan manfaat, konflik kepentingan, lemahnya transparansi, tekanan ekologis, serta ketergantungan terhadap aktor dari luar desa. Karena itu, transformasi desa berbasis pariwisata perlu dipahami sebagai proses perubahan institusi, ekonomi, sosial, dan relasi kekuasaan, bukan sekadar pembangunan fisik atau peningkatan aktivitas ekonomi. Dalam kerangka tersebut, BUMDes memiliki posisi strategis sebagai instrumen kelembagaan yang menghubungkan aset desa, kebutuhan masyarakat, dan peluang pasar. Buku ini secara khusus menempatkan komunikasi kebijakan dan politik anggaran sebagai bagian penting dari tata kelola BUMDes pariwisata. Anggaran bukan sekadar kumpulan angka dalam dokumen perencanaan, melainkan cerminan dari pilihan dan prioritas pembangunan. Setiap keputusan anggaran pada hakikatnya menentukan kebutuhan mana yang didahulukan, siapa yang memperoleh manfaat, sumber daya apa yang dialokasikan, serta risiko apa yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, kualitas pembangunan desa sangat ditentukan oleh kemampuan para pemangku kepentingan dalam membangun komunikasi yang terbuka, menyediakan informasi yang dapat dipahami, menghadirkan ruang musyawarah, serta memastikan adanya umpan balik dan mekanisme koreksi. Perspektif ini menegaskan bahwa tata kelola yang baik tidak hanya membutuhkan aturan formal, tetapi juga komunikasi, partisipasi, dan hubungan antarpemangku kepentingan yang sehat.
| Penulis | Dr. Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP. |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | CV. Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | xiv + 250 |
| Harga | Rp 186.000 |