Catatan Sang Pejuang
Di sebuah negeri yang gemar memamerkan kebaikan di depan kamera, kebenaran justru sering dipadamkan di balik meja kekuasaan. Dalam dunia yang semakin terbiasa diam, Ram dan Angel memilih jalan yang tidak populer yaitu jujur.
Mereka mendirikan Sekolah Tanah, sekolah sederhana tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan memahami bahwa keberanian tidak selalu lahir dari amarah, tetapi dari keteguhan untuk tetap berdiri meski dunia menekan. Namun ketika suara kecil mulai terdengar lebih kuat dari propaganda, sekolah itu menjadi ancaman.
Api pun datang.
Sekolah dibakar. Harapan ingin dipatahkan.
Tetapi yang tidak dipahami mereka yang berkuasa adalah: yang bisa terbakar hanya bangunan, bukan gagasan. Karena selama masih ada anak-anak yang berani bertanya dan hati yang mau belajar, Sekolah Tanah akan selalu hidup, di mana pun kebenaran dipertahankan.
Sebuah kisah tentang cinta, perjuangan, dan kejujuran yang dibayar mahal... namun tak pernah benar-benar mati.
"Kalian boleh membakar kayu, tapi tidak bisa membakar akar."
| Penyusun | M. Ramadi |
|---|---|
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | xviii + 200 |
| Harga | Rp 132.000 |