Filsafat Ilmu Bahasa
Paradigma, Makna dan Kesadaran Ilmiah di Era Digital
Filsafat ilmu bahasa dimasukkan pada pertanyaan fundamental yang telah ada sejak peradaban awal: Bagaimana manusia mengetahui dunia dan bagaimana bahasa berperan dalam proses pengetahuan itu? Pertanyaan ini telah mendorong lahirnya beragam aliran pemikiran yang mencoba menjawab bagaimana bahasa berhubungan dengan kenyataan. Sejak pemikiran Plato yang memandang bahasa sebagai representasi ide-ide yang abadi, hingga pemikiran Wittgenstein yang menekankan bahwa bahasa hanya dapat dipahami melalui konteks sosial, perjalanan filsafat ilmu bahasa adalah perjalanan menuju pemahaman tentang bagaimana bahasa membentuk dan dibentuk oleh dunia di sekitarnya. Salah satu tujuan utama buku ini adalah membawa pembaca untuk lebih memahami dan menyadari bahwa bahasa tidak hanya sebagai sistem tanda atau alat komunikasi teknis. Lebih dari itu, bahasa adalah tempat manusia membangun makna, berinteraksi dengan sesamanya, dan merefleksikan keberadaan diri mereka. Buku ini menggali empat aliran besar dalam filsafat ilmu bahasa—positivisme, postpositivisme, konstruktivisme, dan realisme kritis—yang masing-masing menawarkan cara pandang yang berbeda mengenai peran bahasa dalam pengetahuan dan dalam kehidupan manusia.
| Penyusun | Ahmad Rofi’uddin, Gatut Susanto, Almaidah, Henry Christope Iwong, Nurul Dwi Lestari, Aulia Rachma Kusumawardani, Hidayatul Laili, Risnawati, Bunga Varenia Tiara Putri Wijaya, Maylia Vinda Ekklesia, Saifullah, Encil Puspitoningrum, Mochamad Ighfir Sukardi, Muhammad Arif Fadhilah, Faruq Hidayat, Helmi Muzaki, Muhammad Ayyinna Yusron El Farouq |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | vi + 310 |
| Harga | Rp 224.000 |