Harpa Mulut Nusantara di Jawa dan Bali
Studi Teknik, Ragam dan Konteks Budaya (Sebuah Kajian Etnomusikologi)
Mendengarkan lantunan Karinding, Rinding, atau Génggong yang dengungannya ajek, sejatinya adalah melampaui batas apresiasi seni fisik murni. Di balik wujudnya yang ringkas, sebilah bambu atau aren purba ternyata menyimpan rahasia peradaban agraris yang maha luas. Buku ini membongkar bagaimana instrumen mikro Nusantara bertindak sebagai perangkat bioakustik yang jenius, sebuah gawai spiritual kuno yang menyatukan frekuensi batin manusia dengan ritme alam semesta. Melalui lensa etnomusikologi dan analisis teknologi modern, coretan seorang tukang bambu ini melacak manifesto tradisi dari pematang persawahan Pasundan, lanskap gersang kapur selatan Jawa, hingga panggung komunal di Tanah Dewata. Lebih dari sekadar dokumentasi masa lalu, lembar-lembar ini mengupas transformasi radikal harpa mulut Nusantara yang berhasil meretas panggung festival cadas underground hingga melebur ke dalam kabel-kabel efek musik elektronik abad ke-21. Buku ini hadir sebagai manifesto kebudayaan yang menolak senyap di tengah ancaman krisis ekologis bahan baku alam. Di tengah bisingnya peradaban modern, petikan lirih instrumen mikro ini menawarkan sebuah oase meditasi organik bagi jiwa manusia.
| Penulis | DZ Sandyarto, S.T. |
|---|---|
| Penerbit | CV. Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | xlvi + 236 |
| Harga | Rp 329.000 |