Komunikasi Empatik di Era Multikultural
Bahasa sebagai Terapi Sosial dan Mental
Dalam kehidupan yang semakin terhubung namun paradoksnya sering terasa renggang, komunikasi telah menjadi jantung dari setiap relasi manusia, baik dalam keluarga, ruang kelas, ruang rapat, maupun ruang publik yang penuh silang budaya. Dunia kini tidak lagi hanya dipisahkan oleh batas geografis dan juga oleh bahasa, nilai, dan cara pandang. Di tengah realitas multikultural yang kompleks, kebutuhan akan komunikasi yang tidak sekadar cerdas dan juga empatik, menjadi semakin mendesak. Buku ini lahir dari kegelisahan dan harapan. Kegelisahan karena semakin banyak percakapan yang kehilangan makna, semakin banyak dialog yang berubah menjadi monolog, dan semakin banyak kata yang melukai tanpa disadari. Namun, juga ada harapan, bahwa melalui pemahaman baru tentang bahasa, perasaan, dan kebutuhan manusia, komunikasi dapat menjadi ruang penyembuhan, bukan perpecahan; menjadi terapi sosial dan mental bagi mereka yang ingin memahami dan dipahami. Melalui landasan ilmiah yang kuat dan berbagai temuan lintas disiplin, mulai dari linguistik, psikologi, pendidikan, hingga filsafat, buku ini mengajak pembaca menelusuri esensi komunikasi empatik sebagai proses yang sadar, reflektif, dan penuh kasih.
| Penyusun | Riki Nasrullah |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | vi + 288 |
| Harga | Rp 182.000 |