Masa Lalu yang Hilang dan Takkan Pernah Terulang

 

Apa pentingnya menulis? Mengapa kita harus mereportase rekam-rekam peristiwa dan mendokumentasikan momen-momen penting dalam hidup? Dalam rangka apa pengalaman demi pengalaman melintasi keseharian manusia? Marcus Tullius Cicero dalam De Oratore mengatakan bahwa “Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis.” Sejarah adalah tanda zaman, cahaya kebenaran, denyut ingatan, guru kehidupan, kurir zaman purba. Setidaknya wise word itulah yang mula-mula terbersit dalam benak saya ketika seorang penulis muda berbakat, M. Roihan Rikza meminta saya untuk memberi kata pengantar untuk buku yang berjudul MASA LALU YANG HILANG DAN TAK AKAN TERULANG.

Karya

M. Roihan Rikza

ISBN 
PenerbitPT. Literasi Nusantara Abadi Grup
Halaman

x + 120

Harga

Rp 55.000