PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS AKSI DEMOKRATISASI
TERINTEGRATIF

(Kumpulan Hasil Riset Lapangan)

Selaras penegasan pentingnya implementasi demokrasi
secara lebih profesional, maka Sadan (2004) menegaskan bahwa pemberdayaan senantiasa sarat berurusan dengan persoalan krusial tentang “(a) aktualisasi hak warga mendefinisikan dirinya (the citizen’s rights to self-definition); (b) kesadaran kritis warga terhadap situasi social (people’s cri-tical awareness of their social situation)’; dan (c) warga mengorganisir diri untuk men-capai tujuan-tujuan lebih penting/bermakna (people organizing in order to achieve im-portant goals), dan (d) mengkreasi sebuah komunitas (the creation of a community)”. Adanya elemen kritsis ini, sekaligus
meneguhkan bahwa ‘pemberdayaan’ pada hakikinya lebih
sebagai proses dimana warga menginterpretasikan perubahan sosial lebih sebagai ‘revolusi kewargaan’, dengan tujuan sentral bagi tumbuhnya kultur yang mengakui hak-hak warga memperbaiki kehidupan yang mempengaruhi dirinya, atau “there are people who interpret such social change as civic revolt, the goal of empowernment is to create a civic culture which recognizes the rights of people to influence that which influencrs their lives” (Sadan, 2004:20-21). Pada konteks inilah, Friedman (1992) menandaskan “pemberdayaan merupakan upaya penciptaan/peningkatan akses lebih besar terhadap aneka sumberdaya esensial, baik berupa sumberdaya sosial, ekonomi maupun politik” (Sadan, 2004:93). Pendekatan pemberdayaan karenanya menuntut senatiasa sarat sebagai aksi bercorak ‘liberation movement’ daripada sekedar ‘liberal movement’ yang dilakukan melalui aksi implementasi demokrasi secara lebih pro-fesional seperti ditegaskan Savan (2004).

Karya Lely Indah Mindarti
Choirul Saleh
Aulia Puspaning Galih
Ali Maskur
ISBN978-623-329-284-9
PenerbitCV. Literasi Nusantara Abadi
Halaman xiv + 380
Harga

Rp 254.000