PKPPS dan Problematika Akreditasi

Konsep, Kebijakan, dan Implementasi di Lapangan

 

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun peradaban bangsa. Di Indonesia, sistem pendidikan tidak hanya diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, tetapi juga melalui jalur pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal secara optimal. Salah satu bentuk pendidikan nonformal yang berkembang di lingkungan pesantren adalah Pola Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS). Program ini menjadi alternatif pendidikan bagi santri untuk memperoleh pendidikan kesetaraan yang setara dengan jenjang pendidikan formal tanpa harus meninggalkan tradisi pembelajaran khas pesantren. PKPPS memiliki peran penting dalam memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi santri di pondok pesantren salafiyah. Melalui program ini, santri tidak hanya mempelajari ilmuilmu keagamaan, tetapi juga memperoleh pendidikan umum yang setara dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dengan demikian, PKPPS menjadi jembatan antara sistem pendidikan pesantren dengan sistem pendidikan nasional sehingga santri dapat memperoleh pengakuan yang lebih luas terhadap kompetensi dan kualifikasi pendidikan yang dimilikinya. Selain itu, dalam praktik penyelenggaraannya, PKPPS masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan proses akreditasi. Akreditasi merupakan salah satu mekanisme penjaminan mutu pendidikan yang bertujuan untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan telah meme-nuhi standar yang ditetapkan. Melalui akreditasi, kualitas penyelenggaraan pendidikan dapat dinilai secara objektif sehingga lembaga pendidikan dapat terus melakukan perbaikan dan peningkatan mutu.

Penyusun

Dra. Isti Fatonah, M.A.
Andree Tiono Kurniawan, M.Pd.
Karsiwan, M.Pd.

ISBN 
PenerbitCV Literasi Nusantara Abadi
Halamanvi + 90
Harga

Rp 184.000