Politik dan Ideologi
Perebutan Makna Kemanusiaan Palestina di Media Instagram
Isu Palestina bukanlah sekadar persoalan geopolitik, melainkan telah menjelma menjadi simbol perjuangan kemanusiaan yang sarat dengan makna ideologis, emosional, dan politis. Dalam konteks ini, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga sebagai arena kontestasi makna. Berbagai aktor—baik individu, kelompok, maupun institusi—berupaya membingkai realitas Palestina sesuai dengan kepentingan, nilai, dan ideologi yang mereka anut. Di sinilah terjadi apa yang dapat disebut sebagai “perebutan makna kemanusiaan,” di mana narasi tentang penderitaan, keadilan, solidaritas, dan perlawanan diproduksi, direproduksi, bahkan diperdebatkan secara intens. Instagram, sebagai platform berbasis visual dan naratif singkat, memiliki kekuatan unik dalam membangun empati sekaligus memobilisasi opini. Gambar, video, dan caption yang disajikan sering kali tidak netral, melainkan mengandung pesan ideologis yang tersirat maupun tersurat. Representasi visual tentang Palestina—baik berupa potret korban konflik, simbol perlawanan, maupun seruan solidaritas—menjadi instrumen penting dalam membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, batas antara informasi dan propaganda menjadi semakin kabur, sehingga diperlukan kemampuan kritis untuk memahami bagaimana realitas dikonstruksi dan disajikan.
| Penyusun | Dr. Abdul Haris Lubis, M.Si. |
|---|---|
| ISBN | |
| Penerbit | CV Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | viii + 302 |
| Harga | Rp 82.000 |