Puisi Tak Bertepi

 

Puisi lahir dari kegelisahan yang tak selalu menemukan jawaban. Ia tumbuh dari luka yang dipeluk diam-diam, dari rindu yang tak sempat diucapkan, dari doa yang jatuh pelan di sepertiga malam. Buku Puisi Tak Bertepi hadir sebagai ruang bagi suara-suara itu— jujur, rapuh, sekaligus berani. Puisi puisi ini merangkum perjalanan batin penulis dalam memaknai cinta, kehilangan, iman, harapan, dan pergulatan dengan diri sendiri. Setiap larik tidak sekadar menyusun kata, tetapi menyimpan pengalaman hidup: tentang menunggu yang tak pasti, tentang merelakan yang dicintai, tentang jatuh dan bangkit, tentang belajar ikhlas ketika dunia tak berjalan sesuai harapan. Puisi Tak Bertepi merepresentasikan perasaan manusia yang tak pernah benar-benar selesai. Rindu yang terus berulang, luka yang tumbuh menjadi dewasa, dan doa yang tetap hidup meski harapan pernah runtuh—semuanya mengalir tanpa batas. Di dalamnya, pembaca diajak berjalan perlahan, menengok ke dalam diri, dan berdamai dengan sunyi yang kerap dihindari. Buku ini tidak menawarkan jawaban mutlak, melainkan mengajak pembaca merasakan. Sebab puisi, pada akhirnya, bukan tentang siapa yang paling benar menafsirkan, tetapi siapa yang paling jujur merasakan. Jika di antara halaman-halaman ini pembaca menemukan puisi yang terasa seperti cermin, baris yang seolah ditulis untuk dirinya sendiri, maka buku ini telah menemukan maknanya.

Penyusun

Irsyad Randi Yandano
Ismail Hasan
Dimas Januar
Ahmad Alqaaf
Muhammad Annabaul Adziim

ISBN-
PenerbitPT Literasi Nusantara Abadi Grup
Halamanviii + 152
Harga

Rp 84.000