Syiah Dalam Bingkai Kebangsaan dan Moderasi Beragama di Indonesia

 
Dalam pandangan penganut Syiah di Indonesia, patuh kepada negara adalah sebuah keniscayaan, sedangkan tunduk kepada agama adalah suatu kerelaan. Artinya, manusia secara sosial dan politik harus memiliki negara dalam rangka menjamin hak-hak mereka di dalam perkumpulannya. Oleh karena itu, keberadaan negara menjadi suatu keniscayaan bagi manusia, termasuk penganut Syiah.
Dalam konteks pengarusutamaan moderasi beragama, praktik keagamaan penganut Syiah di Indonesia secara umum telah memenuhi indikator-indikator penerapan moderasi beragama di Indonesia. Dalam hal ini, mereka memiliki wawasan kebangsaan yang baik, menerapkan ajaran anti-kekerasan, menghormati keberadaan umat beragama yang lain, dan menghargai praktik budaya di masyarakat. Hanya saja, terkait praktik budaya di masyarakat, penganut Syiah di Indonesia secara jelas memberikan batasan-batasan penerimaan terhadap budaya lokal tersebut. Mereka akan menerima tradisi atau budaya lokal yang setidaknya tidak menyalahi atau bertentangan dengan akidah dan syariah.

Karya

Mundzier Suparta
Khaeron Sirin
Diana Mutia Habibaty
Farid Wijdan

ISBN978-623-8227-84-6
PenerbitLiterasi Nusantara Abadi Grup
Halaman102
Harga

Rp 81.000