Tafsir Inklusif Kiai Sholeh Bahruddin

Analisis Penafsiran Syafahi dalam Tradisi Pesantren

 

Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan terhadap pentingnya membumikan ajaran al-Qur’an di tengah masyarakat multikultural dan majemuk seperti Indonesia. Dalam konteks ini, pemikiran dan metode penafsiran yang dikembangkan oleh Kiai Sholeh Bahruddin, seorang ulama karismatik dan pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, menjadi khazanah yang sangat berharga untuk ditelaah. Tradisi penafsiran syafahi (lisan) yang beliau kembangkan tidak hanya menunjukkan kelenturan epistemologis tafsir pesantren, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilainilai inklusifisme Islam dapat diartikulasikan secara dialogis dan humanis. Melalui pendekatan kualitatif-hermeneutik, buku ini berusaha menelusuri konstruksi pemikiran Kiai Sholeh Bahruddin dalam memahami ayatayat al-Qur’an yang menekankan nilai rahmah (kasih sayang), ukhuwwah (persaudaraan), ‘adalah (keadilan), dan ta’aruf (saling mengenal). Nilai-nilai tersebut dipahami bukan semata sebagai dogma teologis, tetapi sebagai etika sosial yang aplikatif, yang meneguhkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Penyusun

Muhammad Agung Laksono Shobirin

ISBN-
PenerbitPT Literasi Nusantara Abadi Grup
Halamanvi + 132
Harga

Rp 121.000