Teolog Merdeka Berbudaya Nusantara
Pada akhirnya, perjalanan Teologi Merdeka bukanlah sekadar proyek akademik atau sebuah perjuangan dalam mengonstruksi intelektual Kristen belaka. Ini adalah sebuah panggilan batin, sebuah persuasi lembut dari tanah air kita sendiri, yang mengingatkan bahwa Allah tidak pernah berhenti berbicara melalui sejarah, budaya, dan seluruh kehidupan bangsa Indonesia. Di balik setiap tarian adat, syair pantun, ukiran, dan ungkapan kearifan lokal, tersimpan ajaran lembut tentang kehadiran ilahi yang tidak dapat dipenjarakan oleh batas-batas budaya asing. Teologi Merdeka mengajak kita untuk kembali mendengarkan bisikan itu, dan memberi ruang bagi suara-suara lama yang selama ini terpinggirkan.
Visi ini bukan hanya untuk para teolog atau Hamba Tuhan, tetapi untuk seluruh umat Kristen yang merindukan iman yang membumi, iman yang tidak membuat mereka merasa asing di tanah kelahirannya. Teologi Merdeka adalah upaya untuk mengatakan kepada setiap orang Kristen di Indonesia, "Imanmu sah, budayamu berharga, dan Tuhan hadir dalam sejarahmu". Dalam kesadaran inilah kita menemukan keberanian untuk berdiri tegak, menolak inferioritas teologis, dan merayakan kekayaan rohani bangsa kita sebagai anugerah, bukan penghalang.
| Penyusun | Dr. Didik Sulistyoadi, M.A., M.Th., M.PdK |
|---|---|
| ISBN | |
| Penerbit | PT Literasi Nusantara Abadi Grup |
| Halaman | x + 120 |
| Harga | Rp 98.000 |