Wayang Digital Dalam Perspektif Sosiopragmatik

Interaksi, Tindak Tutur, dan Makna di Media Sosial

 

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, berinteraksi, dan memaknai budaya. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi telah berkembang menjadi ruang sosial dan budaya tempat berbagai praktik kebahasaan berlangsung secara dinamis. Dalam konteks ini, wayang sebagai salah satu warisan budaya Nusantara turut mengalami transformasi dengan hadir dalam berbagai platform digital, seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok. Perkembangan wayang digital tidak hanya menghadirkan medium baru bagi pertunjukan budaya, tetapi juga melahirkan pola komunikasi yang lebih interaktif, partisipatif, dan multimodal. Dalang, penonton, komunitas penggemar, dan pengguna media sosial terlibat dalam proses negosiasi makna melalui komentar, live chat, simbol visual, meme, dan berbagai bentuk tindak tutur digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa wayang digital tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga arena produksi dan pertukaran makna dalam masyarakat digital. Buku ini disusun untuk menjelaskan fenomena tersebut melalui perspektif sosiopragmatik. Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana bahasa, konteks sosial, identitas, relasi kuasa, dan budaya digital berinteraksi dalam membentuk makna.

Penulis

Tri Santoso
Hari Kusmanto
Duwi Saputro
Nindy Muji Utami
Presillia Agustina

PenerbitCV. Literasi Nusantara Abadi
Halamanx + 180
HargaRp 234.000