Penulis: Yunita Anggreani Aruan
Penyunting: Daffaul Faizah
Membaca merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu anak memperoleh informasi dan menambah pengetahuan. Namun di tengah perkembangan teknologi, anak memiliki banyak pilihan hiburan sehingga membaca buku terkadang kurang menarik bagi mereka.
Perangkat digital juga makin dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Kondisi ini membuat orang tua dan guru perlu mencari cara agar membaca tetap menjadi kegiatan yang menyenangkan. Menumbuhkan minat baca tidak harus dilakukan dengan cara yang sulit. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan keseharian anak.
Sobat Litnus, apa saja yang dapat dilakukan untuk membuat anak lebih tertarik membaca di tengah banyaknya pilihan hiburan digital? Berikut beberapa cara yang dapat dicoba.
Mulai dari Bacaan yang Disukai Anak
Setiap anak memiliki ketertarikan yang berbeda. Ada yang menyukai cerita bergambar, cerita tentang hewan, pengetahuan umum, atau buku yang berisi aktivitas sederhana. Pilihan bacaan yang sesuai dengan kesukaan anak dapat membuat mereka lebih tertarik untuk membuka dan membaca buku.
Oleh karena itu, orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih bacaan yang sesuai dengan minatnya. Ketika anak tertarik dengan isi buku, kegiatan membaca akan terasa lebih menyenangkan. Anak pun tidak merasa bahwa membaca hanya merupakan kewajiban, tetapi menjadi kegiatan yang ingin mereka lakukan.
Tentukan Waktu Membaca Rutin
Kebiasaan membaca dapat dibangun melalui waktu yang dilakukan secara rutin. Tidak harus lama. Yang terpenting adalah dilakukan secara konsisten agar anak terbiasa meluangkan waktu untuk membaca.
Orang tua dapat menyediakan waktu membaca sebelum tidur atau saat waktu luang. Di sekolah, guru juga dapat menyediakan beberapa menit untuk membaca sebelum pembelajaran dimulai. Dengan adanya waktu khusus, membaca perlahan dapat menjadi bagian dari keseharian anak dan tidak terasa sebagai kegiatan yang harus dipaksakan.
Ciptakan Suasana Membaca yang Nyaman
Tempat membaca juga dapat memengaruhi kenyamanan anak. Ruang yang tenang dan memiliki pencahayaan yang cukup dapat membuat anak lebih betah membaca. Pilih tempat yang jauh dari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anak agar mereka dapat lebih fokus pada bacaan.
Tidak perlu menyediakan tempat khusus yang besar. Sudut kecil dengan beberapa buku yang mudah dijangkau sudah cukup untuk menciptakan ruang membaca yang nyaman. Anak pun dapat dengan mudah mengambil buku dan memilih bacaan yang ingin dibaca.
Dampingi Anak saat Membaca
Anak terkadang membutuhkan pendampingan ketika menemukan kata atau informasi yang belum dipahami. Orang tua dapat membantu menjelaskan dengan cara yang ringan agar kegiatan membaca tetap terasa menyenangkan.
Setelah membaca, orang tua juga dapat mengajak anak membicarakan isi buku. Misalnya, dengan menanyakan tokoh yang disukai atau bagian cerita yang paling menarik. Percakapan sederhana seperti ini dapat membuat kegiatan membaca terasa lebih dekat dengan anak.
Manfaatkan Teknologi dengan Bijak
Teknologi tidak selalu menjadi penghambat kegiatan membaca. Perangkat digital juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai bahan bacaan kepada anak. Pilihan bacaan yang beragam dapat membuat anak menemukan materi yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Buku digital atau materi edukasi dapat menjadi pilihan tambahan selama penggunaannya sesuai dengan kebutuhan anak. Orang tua tetap perlu mendampingi dan mengarahkan penggunaan perangkat agar teknologi dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat.
Orang Tua dan Guru Perlu Memberikan Contoh
Anak juga dapat belajar dari kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Ketika melihat orang tua atau guru membaca, anak dapat memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari keseharian. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat anak lebih familier dengan kegiatan membaca.
Oleh karena itu, membangun minat baca tidak cukup dengan meminta anak membaca buku. Orang tua dan guru juga perlu memberikan contoh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, anak dapat melihat bahwa membaca adalah kegiatan yang dapat dilakukan dalam keseharian.
Kesimpulan
Minat baca anak dapat tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara perlahan dan konsisten. Anak perlu diberikan kesempatan untuk memilih bacaan, memiliki waktu membaca, serta mendapatkan pendampingan dari orang tua dan guru. Dengan suasana yang nyaman dan penggunaan teknologi yang tepat, kegiatan membaca dapat menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi anak.
Ingin membaca lebih banyak tentang literasi dan minat baca anak? Sobat Litnus dapat menemukan tip praktis lainnya melalui artikel 5 Tip Paling Efektif Meningkatkan Minat Baca. Untuk materi yang lebih lengkap, berikut beberapa rekomendasi buku yang dapat dibaca.
- Literasi Membaca
- Lingkungan Layak Anak
- Penguatan Literasi dan Minat Baca Anak
- Cara Asyik Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Era Digital
- Pojok Baca sebagai Strategi Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar
Referensi
- Herawati, R. dkk. (2025). Merajut Pendampingan Transformatif: Meningkatkan Kepemimpinan, Pembelajaran, dan Pemanfaatan Teknologi. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
- UNESCO. (2023). Technology in Education: A Tool on Whose Terms?. Paris: UNESCO.