Islam, Sekularisme, dan Filsafat Sains
Perspektif Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas
Pemikiran tentang Islam, sekularisme, dan filsafat sains menjadi kajian penting dalam diskursus intelektual modern. Gagasan Syed Muhammad Naquib Al-Attas memberikan arah baru dalam memahami hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa ilmu tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh pandangan hidup yang melatarbelakanginya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ilmu perlu dikaitkan dengan nilai dan tujuan yang lebih mendasar. Sekularisme dipahami sebagai proses yang memisahkan nilai-nilai agama dari kehidupan, termasuk dalam bidang ilmu. Dalam filsafat sains modern, hal ini terlihat dari dominasi rasio dan empirisme sebagai sumber utama pengetahuan. Al-Attas mengkritik pandangan tersebut karena mengabaikan dimensi spiritual dan wahyu dalam memahami kebenaran. Akibatnya, ilmu cenderung kehilangan arah dan nilai yang bersifat transenden. Sebagai solusi, Al-Attas menawarkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan. Konsep ini bertujuan menyelaraskan ilmu dengan nilai-nilai Islam tanpa menolak sains modern secara keseluruhan. Proses ini dilakukan dengan menyaring konsep-konsep yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, ilmu diarahkan untuk membentuk manusia yang berilmu sekaligus berakhlak.
| Penulis | Dr. Muhammad Iqbal, M.Ag. |
|---|---|
| ISBN | - |
| Penerbit | CV. Literasi Nusantara Abadi |
| Halaman | x + 182 |
| Harga | Rp 180.000 |