Kiat

7 Strategi Pemasaran Buku

Rencana pemasaran buku mencakup upaya publisitas dan pemasaran promosi untuk membantu menjual buku dan menjangkau lebih banyak pembaca. Semua buku—dari fantasi dan sastra anak-anak hingga biografi dan buku nonfiksi lainnya—dapat memperoleh manfaat dari alat pemasaran yang memperluas jangkauan buku. Penjualan buku sangat bergantung pada layanan pemasaran, seperti fitur jurnalistik, tur buku, dan promosi di platform media sosial. Seringkali, seorang humas yang disewa akan memainkan peran kunci dalam mengelola dan melaksanakan ide-ide pemasaran, termasuk acara tatap muka (panel, tur buku, peluncuran) dan upaya digital (webinar, pengoptimalan SEO, dan iklan spanduk dan promo).

Baik dalam buku pertama atau kesepuluh, pemasaran buku sangat berharga untuk mendorong branding penulis dan membuat lebih banyak pembaca menemukan judulnya. Pemasaran buku datang dalam berbagai bentuk. Baik promosi buku yang diterbitkan sendiri atau bekerja sama dengan penerbit, menggabungkan beberapa upaya berbeda akan menghasilkan kampanye yang lebih kuat:

  1. Praorder: Sebelum buku mulai dijual, penulis dapat menawarkan diskon praorder agar menarik pembeli awal dengan hadiah atau salinan buku yang ditandatangani.
  2. Peluncuran buku: Peluncuran buku yang meriah di tempat yang terhormat dapat membangkitkan minat dan menyatukan tamu-tamu terkenal untuk membawa pulang buku.
  3. Resensi buku: ulasan dari blogger dan outlet terkemuka dapat membantu menyebarkan berita, dan humas akan bertanggung jawab untuk mengoordinasikan salinan pers buku sehingga pengulas punya waktu untuk membacanya.
  4. Penjangkauan audiens: penulis dan humas juga dapat menjangkau basis penggemar dan klub buku yang mungkin tertarik dengan genre buku yang ada untuk menjual buku tersebut.
  5. Wawancara: hal ini merupakan semua cara agar pembaca mempelajari dan terlibat lebih jauh dengan buku baru.
  6. Melalui toko buku: penulis atau penerbit dapat bekerja sama dengan distributor buku. Artinya bisa bekerja sama dengan toko-toko yang kemungkinan akan menjual buku tersebut. Dalam hal ini, jika penulis memiliki buku ajar untuk perkuliahan. Penerbit Litnus bisa membantu menyalurkan ke distributor buku, khususnya marketplace untuk pemasarannya.
  7. Media sosial: memulai tagar cerdas yang berbeda dengan konten buku baru adalah salah satu cara untuk membuat buku menjadi tren. Buku atau penulis dapat membuat profil media sosial mereka sendiri untuk berinteraksi dengan penggemar dan pembaca secara online.

Editor: Febi Akbar Rizki

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *