Krisis ekologis yang terjadi hari ini bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan cerminan krisis kesadaran, krisis moral, dan krisis spiritual manusia modern. Di tengah situasi tersebut, agama ditantang untuk kembali hadir bukan hanya sebagai sumber ritual, tetapi sebagai kekuatan transformasi yang mampu membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara Tuhan, manusia, dan alam. Berangkat dari kegelisahan akademik sekaligus panggilan moral inilah buku Ekoteologi: Rekonstruksi Relasi Manusia, Agama, dan Alam disusun. Materi buku ini dijelaskan dalam beberapa bab berikut.
- Manusia, Agama, dan Krisis Ekologi
- Konsep Dasar Ekoteologi
- Landasan Teologis Relasi Manusia, Agama, dan Alam
- Perspektif Agama-Agama terhadap Lingkungan
- Manusia Sebagai Penatalayan dan Pengemban Amanah Ekologis
- Prinsip-Prinsip Ekoteologi
- Etika Lingkungan dalam Kitab Suci dan Tradisi Keagamaan
- Norma Keagamaan, Hukum, dan Konservasi Lingkungan
- Isu-Isu Ekologis dan Ketidakadilan Sosial
- Ekoteologi dalam Pendidikan dan Praktik Keagamaan
- Gerakan Sosial, Kebijakan, dan Ekonomi Hijau
- Masa Depan Ekoteologi dan Peradaban Berkelanjutan



Ulasan
Belum ada ulasan.