Penulis: Yunita Anggreani Aruan
Penyunting: Daffaul Faizah
Lingkungan sekitar dapat menjadi tempat belajar yang dekat dengan kehidupan anak. Setiap hari mereka menjumpai berbagai benda dan kondisi yang bermacam-macam. Dengan pengamatan sederhana, anak dapat memahami materi sekaligus belajar mengenali lingkungan di sekitarnya.
Sobat Litnus, pengamatan sederhana ini dapat membuat pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman anak. Apa saja yang dapat diamati dan bagaimana cara melakukannya? Mari ikuti pembahasannya berikut ini.
Belajar dari Lingkungan Sekitar
Pembelajaran lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana. Guru dapat mengajak anak mengamati kondisi halaman sekolah atau ruang kelas. Dari pengamatan tersebut, anak dapat melihat kebersihan lingkungan, keberadaan sampah, kondisi tanaman, hingga bagian yang perlu dirawat.
Kegiatan seperti ini membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak pun belajar memahami lingkungan melalui pengamatan dan praktik sederhana sehingga pembelajaran tidak hanya bergantung pada buku.
Apa Saja yang Diamati?
Pengamatan dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Beberapa hal yang dapat diamati sebagai berikut.
- Kebersihan ruang kelas.
- Kondisi halaman sekolah.
- Keadaan tanaman.
- Tempat sampah.
- Sampah yang ditemukan di sekitar.
- Penggunaan air.
- Kondisi lingkungan setelah kegiatan bersama.
Dengan objek yang dekat dengan kehidupan anak, kegiatan pengamatan menjadi lebih mudah dilakukan. Anak dapat belajar memperhatikan kondisi lingkungan dengan lebih teliti.
Mengamati dan Mencatat
Setelah menentukan lokasi, anak dapat diminta mencatat hasil pengamatan. Catatan tidak perlu panjang. Anak dapat menuliskan beberapa hal yang mereka lihat atau membuat gambar sederhana.
Contoh
Yang sudah baik:
Lingkungan kelas terlihat bersih dan tanaman di depan kelas terawat.
Yang perlu diperbaiki:
Masih ada beberapa sampah yang ditemukan di sekitar halaman.
Dari Pengamatan Menjadi Tindakan
Pengamatan sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan melihat dan mencatat. Hasil pengamatan dapat menjadi bahan diskusi untuk menentukan tindakan sederhana yang dapat dilakukan bersama.
Misalnya, sampah yang ditemukan dapat dikumpulkan dan dibuang pada tempatnya. Tanaman yang kurang terawat pun dapat dirawat bersama. Dengan cara ini, pendidikan lingkungan hidup tidak hanya mengajak anak mengamati, tetapi juga mendorong mereka untuk bergerak dan mencoba.
Belajar Bekerja Sama
Pengamatan lingkungan juga dapat dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok dapat diberikan lokasi atau tugas yang berbeda. Setelah selesai, mereka dapat menyampaikan hasil pengamatan kepada teman-teman.
Dari kegiatan tersebut, anak dapat belajar bekerja sama, bertanggung jawab terhadap tugas, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Nilai seperti gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian memang menjadi bagian dari karakter yang ditekankan dalam pendidikan lingkungan hidup.
Peran Buku dalam Kegiatan Pengamatan
Buku pendidikan lingkungan hidup dapat digunakan sebagai bahan pendukung sebelum kegiatan dilakukan. Guru dapat menjelaskan materi terlebih dahulu, kemudian mengajak anak mencari contoh yang sesuai di lingkungan sekitar.
Buku tidak hanya digunakan untuk membaca materi, tetapi juga dapat menjadi pengantar untuk melakukan kegiatan nyata. Pembelajaran lingkungan yang menggabungkan materi dengan kegiatan langsung dapat membantu anak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Contoh Kegiatan Pengamatan
Pengamatan sederhana dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
- Menentukan lokasi yang akan diamati.
- Mengamati kondisi lingkungan.
- Mencatat atau menggambar hasil pengamatan.
- Mendiskusikan hasil bersama teman.
- Menentukan hal yang perlu diperbaiki.
- Melakukan tindakan sederhana secara bersama-sama.
Kegiatan seperti menanam dan merawat tumbuhan, mengamati lingkungan, dan praktik memilah sampah juga termasuk contoh aktivitas yang sesuai dengan pendidikan lingkungan hidup.
Kesimpulan
Mengajak anak mengamati lingkungan dapat menjadi cara sederhana untuk membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan mereka. Melalui kegiatan melihat, mencatat, berdiskusi, dan melakukan tindakan sederhana, anak dapat belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya materi pelajaran, melainkan juga kebiasaan yang dapat diterapkan setiap hari.
Untuk mendukung pembelajaran, Penerbit Litnus menghadirkan Seri Pendidikan Lingkungan Hidup SD dengan kegiatan pengamatan yang disesuaikan dengan jenjang dan kemampuan anak. Lengkapi kegiatan belajar dengan pengalaman langsung untuk mengenalkan anak pada lingkungan sekitarnya!
Referensi
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026, 6 Juni). Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kemendikdasmen Ajak Gerakan Sekolah ASRI dan Tanam Mangrove [Siaran Pers]. kemendikdasmen.go.id.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (t.t.). “Sehat Lingkungan”. UKS Kemendikdasemen. https://uks.kemendikdasmen.go.id/sekolah-sehat/sehat-lingkungan
- Penerbit Litnus. (2026). Seri Pendidikan Lingkungan Hidup SD. Malang: Penerbit Litnus.