Oleh: Daffaul Faizah
Ketika membaca buku, pembaca tidak selalu menemukan semua informasi dengan cara yang sama. Ada bagian yang perlu dibaca secara berurutan untuk memahami pembahasan, tetapi ada pula informasi tertentu yang ingin diketahui atau ditemukan kembali dengan cepat.
Hal ini terasa ketika buku memuat istilah khusus, nama, atau pembahasan yang tersebar di berbagai bagian. Oleh karena itu, buku tidak hanya membutuhkan isi yang jelas, tetapi juga bagian pelengkap yang dapat membantu pembaca menelusuri informasi dengan lebih mudah.
Setelah memahami bagian awal buku, masih ada bagian lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Di akhir buku, pembaca dapat menemukan glosarium dan indeks yang memiliki kegunaan yang berbeda. Lalu, apa perbedaan keduanya? Simak penjelasannya berikut ini!
Glosarium
Glosarium merupakan daftar istilah dalam buku yang dilengkapi penjelasan atau definisi. Bagian ini lazim ditemukan dalam buku ilmiah, khususnya dalam bidang keilmuan tertentu. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembaca. Beberapa istilah yang dapat dicantumkan sebagai berikut.
- Istilah teknis dalam bidang tertentu.
- Istilah asing atau istilah yang belum umum digunakan.
- Istilah baru.
- Istilah yang memiliki makna khusus dalam konteks tertentu.
Penjelasan setiap istilah cukup disampaikan secara singkat dan langsung pada maknanya. Tidak perlu mengulang uraian yang telah dijelaskan dalam isi buku. Untuk istilah yang saling berkaitan, rujuk silang dapat digunakan agar pembaca mudah menemukan istilah terkait.
Cara penulisan:
istilah → penjelasan singkat
Contoh:
ekosistem Kesatuan antara makhluk hidup dan lingkungan tempat hidupnya yang saling berinteraksi.
habitat Tempat hidup alami suatu organisme. Lihat juga Ekosistem.
Indeks
Indeks adalah daftar tajuk yang disertai nomor halaman untuk menunjukkan lokasi pembahasan dalam buku. Beberapa jenis tajuk indeks sebagai berikut.
- Nama tokoh.
- Nama tempat.
- Nama lembaga.
- Nama peristiwa.
- Istilah atau konsep.
- Topik penting dalam buku.
Berbeda dengan glosarium, indeks membantu pembaca menemukan pembahasan tertentu secara langsung, terutama dalam buku dengan materi yang luas dan tersebar di berbagai halaman. Satu tajuk dapat memiliki beberapa nomor halaman. Jika pembahasannya mencakup beberapa aspek, tajuk dapat dilengkapi dengan subentri untuk memperjelas informasi yang dicari. Rujuk silang juga dapat digunakan untuk mengarahkan pembaca dari satu tajuk ke tajuk lain yang berkaitan.
Cara penulisan:
tajuk → nomor halaman
Contoh:
ekologi, 15, 28, 45
sampah
organik, 33, 98
anorganik, 68, 70
Sobat Litnus dapat melihat perbedaan dari keduanya secara ringkas melalui tabel berikut ini.
| Aspek | Glosarium | Indeks |
| Pengertian | Daftar istilah beserta penjelasannya | Daftar tajuk beserta nomor halaman |
| Fungsi | Membantu pembaca memahami istilah | Membantu pembaca menemukan lokasi informasi |
| Fokus | Makna istilah | Lokasi pembahasan |
Gaya Penulisan Glosarium dan Indeks
Setiap penerbit biasanya memiliki selingkung yang berbeda dalam penyusunan glosarium dan indeks. Ada penerbit yang menetapkan aturan khusus untuk penggunaan huruf kapital, huruf miring, tanda baca, penulisan nama, atau bentuk rujuk silang. Oleh karena itu, penulis dan editor perlu menyesuaikan penyusunannya dengan selingkung yang berlaku pada penerbit masing-masing.
Meskipun berbeda, ada beberapa kaidah umum yang dapat dijadikan panduan. Glosarium dan indeks umumnya disusun secara alfabetis agar pembaca mudah menemukan istilah atau tajuk yang dicari. Penulisan istilah, definisi, tajuk, dan subentri juga perlu dibuat konsisten dari awal hingga akhir. Pada indeks, nomor halaman perlu diperiksa kembali setelah tata letak final agar sesuai dengan halaman pada buku yang sudah diterbitkan.
Tip Editor Litnus
Penulis sering kali ingin memasukkan sebanyak mungkin istilah dalam glosarium atau tajuk dalam indeks karena merasa semuanya penting. Padahal, terlalu banyak isi justru membuat bagian ini kurang efektif. Sobat Litnus dapat memilih istilah dan tajuk yang benar-benar dibutuhkan pembaca, kemudian memastikan penulisannya tetap konsisten.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah semua istilah dalam glosarium harus masuk indeks?
Tidak. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Suatu istilah dapat masuk glosarium saja, indeks saja, atau keduanya jika memang diperlukan.
Apakah setiap buku harus memiliki glosarium dan indeks?
Tidak. Penggunaannya bergantung pada jenis dan kebutuhan pembaca. Buku referensi, buku ajar, monograf, dan buku ilmiah lainnya umumnya lebih membutuhkan glosarium dan indeks.
Di mana glosarium dan indeks ditempatkan?
Keduanya umumnya ditempatkan di bagian akhir buku. Glosarium dapat diletakkan sebelum atau sesudah indeks sesuai struktur dan gaya selingkung penerbit.
Kesimpulan
Glosarium dan indeks merupakan pelengkap buku yang membantu pembaca menggunakan buku dengan lebih mudah. Glosarium membantu memahami istilah, sedangkan indeks membantu menemukan pembahasan tertentu. Kehadiran keduanya membuat informasi dalam buku lebih mudah ditelusuri, terutama ketika pembaca perlu mencari istilah atau pembahasan secara cepat. Penyusunannya tetap perlu disesuaikan dengan isi buku dan kebutuhan pembaca.
Buku yang tersusun dengan baik tentu membutuhkan perhatian pada setiap bagiannya, mulai dari awal hingga akhir. Jika Sobat Litnus membutuhkan pendampingan, Penerbit Litnus siap membantu mewujudkan naskah menjadi buku yang berkualitas.
Referensi
- Einsohn, A. & Schwartz, M. (2019). The Copyeditor’s Handbook: A Guide for Book Publishing and Corporate Communications. Oakland: University of California Press
- Trim, B. (2017). 200+ Solusi Editing Naskah dan Penerbitan. Jakarta: Bumi Aksara.