Oleh Daffaul Faizah
Bagian awal buku menjadi salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan naskah. Bagian ini membantu pembaca memahami latar belakang karya, mengenal penulis atau pihak yang terlibat dalam penyusunannya, dan memperoleh gambaran awal mengenai isi buku sebelum memasuki pembahasan utama. Karena memiliki fungsi yang berbeda, setiap bagian perlu ditempatkan dan ditulis sesuai dengan kebutuhan buku agar informasi yang disampaikan lebih jelas dan tidak tumpang tindih.
Ketika membaca sebuah buku, Sobat Litnus mungkin menemukan kata pengantar, prakata, dan ucapan terima kasih. Bagian-bagian tersebut sekilas terlihat serupa karena sama-sama menjadi bagian awal buku, padahal memiliki fungsi yang berbeda. Ketiganya sangat dianjurkan untuk melengkapi naskah buku, terutama dalam persiapan penerbitan dan pengajuan ISBN. Lalu, apa perbedaan kata pengantar, prakata, dan ucapan terima kasih? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Kata Pengantar (Foreword)
Kata pengantar merupakan bagian awal buku yang biasanya ditulis oleh pihak lain, seperti tokoh, pakar, akademisi, praktisi, atau pihak yang memiliki pengetahuan dan keterkaitan dengan bidang yang dibahas. Bagian ini diawali dengan pengenalan buku, kemudian memuat pandangan terhadap isi, keunggulan dan relevansi buku, serta alasan buku layak dibaca oleh pembaca yang dituju. Isi kata pengantar dapat disesuaikan dengan jenis buku dan hubungan penulisnya dengan buku yang diperkenalkan.
Contoh kerangka:
pengenalan buku → pandangan terhadap isi → keunggulan dan relevansi → rekomendasi
Prakata (Preface)
Prakata merupakan bagian awal buku yang ditulis oleh penulis untuk menyampaikan alasan dan tujuan penyusunan buku kepada pembaca. Bagian ini dapat diawali dengan alasan penulisan, kemudian menjelaskan tujuan dan sasaran pembaca, gambaran singkat mengenai isi buku, serta pesan dan harapan penulis. Kritik dan saran dari pembaca juga dapat disampaikan sebagai bahan perbaikan untuk pengembangan buku. Ucapan terima kasih dapat dicantumkan secara singkat jika diperlukan.
Contoh kerangka:
alasan penulisan → tujuan dan sasaran pembaca → gambaran isi buku → pesan dan harapan → kritik dan saran
Ucapan Terima Kasih (Acknowledgements)
Ucapan terima kasih merupakan bagian yang digunakan penulis untuk menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penyusunan hingga penerbitan buku, seperti narasumber, rekan kerja, editor, lembaga, keluarga, atau pihak lainnya. Bagian ini dapat diawali dengan ungkapan penghargaan, kemudian menyebutkan pihak yang membantu beserta bentuk kontribusinya. Ucapan terima kasih yang singkat dapat digabungkan dengan prakata, sedangkan ucapan terima kasih yang lebih panjang dapat dibuat sebagai bagian tersendiri.
Contoh kerangka:
ungkapan penghargaan → pihak yang membantu → bentuk kontribusi → penutup
Sobat Litnus dapat melihat perbedaan dari ketiganya secara ringkas melalui tabel berikut ini.
| Aspek | Kata Pengantar | Prakata | Ucapan Terima Kasih |
| Siapa yang menulis? | Orang lain | Penulis buku | Penulis buku |
| Apa tujuannya? | Memberikan apresiasi atau pandangan terhadap buku | Memperkenalkan buku kepada pembaca | Mengapresiasi pihak yang membantu |
| Apa isinya? | Pandangan, apresiasi, atau tinjauan singkat | Tujuan, sasaran pembaca, dan pesan penulis | Penghargaan kepada pihak yang berkontribusi |
Tip Editor Litnus
Dalam praktiknya, ada penulis yang menyebut prakata sebagai kata pengantar. Ada pula buku yang mencantumkan kata pengantar, prakata, dan ucapan terima kasih, tetapi seluruhnya disusun oleh penulis sendiri. Perbedaan fungsi dari ketiganya perlu diperhatikan agar setiap bagian ditempatkan sebagaimana mestinya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah ketiganya harus ditulis?
Tidak harus. Penulis dapat memilih bagian yang sesuai dengan kebutuhan. Kata pengantar dan ucapan terima kasih bersifat opsional, sedangkan prakata sebaiknya tetap dicantumkan untuk menyampaikan pengantar dari penulis kepada pembaca.
Bagaimana urutan penulisan ketiganya?
Jika ketiganya digunakan, kata pengantar umumnya ditempatkan sebelum prakata. Ucapan terima kasih dapat ditempatkan setelah prakata apabila dibuat sebagai bagian tersendiri. Namun, urutannya dapat disesuaikan dengan ketentuan penerbit.
Apakah perlu mencantumkan tempat dan waktu penulisan pada ketiganya?
Tergantung kebutuhan dan ketentuan penerbit. Tempat dan waktu penulisan dapat dicantumkan pada akhir kata pengantar atau prakata, kemudian diikuti nama penulis. Pada ucapan terima kasih, tempat dan waktu tidak perlu dicantumkan.
Apakah dalam naskah konversi dari karya ilmiah perlu membuat ulang ketiganya?
Iya, sebaiknya dibuat ulang sesuai dengan ketentuan penerbitan buku. Karya ilmiah dan buku memiliki tujuan dan sasaran pembaca yang berbeda sehingga kata pengantar, prakata, dan ucapan terima kasih perlu disesuaikan.
Kesimpulan
Kata pengantar, prakata, dan ucapan terima kasih memang sama-sama dapat ditemukan di bagian awal buku, tetapi ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Kata pengantar umumnya ditulis oleh orang lain untuk memberikan pandangan atau apresiasi terhadap buku. Prakata ditulis oleh penulis untuk memperkenalkan buku kepada pembaca. Sementara itu, ucapan terima kasih digunakan untuk memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan.
Selain ketiga bagian tersebut, sebuah buku masih memiliki bagian lain yang perlu diperhatikan sebelum diterbitkan. Penjelasan mengenai bagian-bagian tersebut dapat Sobat Litnus baca dalam artikel Sebelum Menerbitkan Buku, Jangan Lewatkan Bagian Penting Naskah Ini.
Referensi
- Helmi, R. L. dkk. (2019). Pedoman Penerbitan Buku LIPI Press. Jakarta: LIPI Press.
- Trim, B. (2017). 200+ Solusi Editing