Hermeneutika pada awalnya dikenal sebagai seni dan metode penafsiran teks, terutama teks-teks suci. Namun, dalam perkembangannya, hermeneutika tidak lagi sekadar dipahami sebagai teknik memahami bahasa, melainkan telah berkembang menjadi pendekatan filosofis yang membahas hakikat pemahaman manusia itu sendiri. Dari tradisi Yunani kuno hingga era digital dewasa ini, hermeneutika terus mengalami transformasi dan melahirkan berbagai paradigma baru dalam memahami teks, realitas, sejarah, budaya, bahkan kehidupan manusia secara menyeluruh.
Buku ini disusun untuk memberikan gambaran utuh mengenai perkembangan hermeneutika dari masa ke masa. Pembahasan dimulai dari pengertian dasar dan ruang lingkup hermeneutika, sejarah kemunculannya dalam tradisi Yunani, Yahudi, dan Kristen, hingga perkembangan hermeneutika klasik, historis, filosofis, dialogis, kritis, dan kontemporer. Selain itu, buku ini juga membahas metodologi hermeneutika serta penerapannya dalam berbagai bidang kajian seperti studi agama, sastra, budaya, hukum, politik, dan ilmu sosial-humaniora.
Dalam penyusunannya, buku ini berusaha menghadirkan pemikiran para tokoh penting hermeneutika, seperti Friedrich Schleiermacher, Wilhelm Dilthey, Martin Heidegger, Hans-Georg Gadamer, Paul Ricoeur, hingga Jürgen Habermas, secara ringkas namun tetap substantif. Dengan demikian, pembaca diharapkan tidak hanya memahami sejarah dan konsep-konsep utama hermeneutika, tetapi juga mampu melihat relevansinya dalam menjawab persoalan-persoalan kontemporer, termasuk tantangan interpretasi di era digital dan masyarakat multikultural.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pembaca umum yang memiliki minat terhadap kajian filsafat, metodologi penelitian, studi agama, sastra, dan ilmu-ilmu kemanusiaan lainnya. Penulis berharap buku ini dapat menjadi salah satu referensi akademik yang membantu pembaca memahami hermeneutika secara lebih mudah, terstruktur, dan kontekstual.


Ulasan
Belum ada ulasan.