Buku ini hadir sebagai upaya memberikan kontribusi terhadap khazanah ilmu pengetahuan terutama pada teori-teori sosial yang sekarang telah banyak digunakan oleh para akademisi, terutama peneliti untuk menganalisis berbagai fenomena sosial. Teori sosial seperti interaksionisme simbolik ini perlu ditelaah dengan melihat kerangka basis perspektifnya. Tentu hasil yang diwujudkannya merupakan teori yang lebih dinamis dan integratif (yaitu teori yang tidak memisahkan sisi kemanusiaan dan ketuhanan; antara dimensi profanistik dan transendentalistik). Upaya ini bisa dikatakan sebagai proyek rekonstruktif terhadap kerangka basis teori interaksionisme simbolik ke basis integralistik.
Interaksionisme simbolik mengarahkan para sosiolog untuk mempertimbangkan makna simbol dan detailistik kehidupan sehari-hari dari diri sang aktor. Perspektif ini juga bisa mengarahkan pada bentuk analisis terhadap seksualitas yang menekankan pada makna seksualitas yang dinegosiasikan melalui interaksi. Atau dalam perspektif agama, interaksionisme simbolik diaplikasikan sebagai pisau analisis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan paradigma interaksionisme simbolik adalah untuk memahami dunia sosial dan kolektivitas (yaitu representasi dari beberapa kelompok) dengan menganalisis bagaimana diri sang aktor membangun dan bertindak dalam dunia sosial mereka.
Anatomi buku ini oleh penulis dibagi menjadi sepuluh bab yang saling terkait dan berkesinambungan dengan dasar kekronologisan wacana.
Berikut bab-bab yang ditampilkan:
- Pendahuluan
- Akar Problematis Interaksionisme Simbolik
- Paradigma Ganda Sosiologi: Interaksionisme Simbolik dalam Paradigma Definisi Sosial
- Akar Interaksionisme Simbolik
- Sejarah dan Pemikiran Tokoh Interaksionisme Simbolik
- Substansi Interaksionisme Simbolik
- Dramaturgi: Hilirisasi Interaksionisme Simbolik
- Kritik terhadap Interaksionisme Simbolik: dari Basis Konvenional ke Basis Integralistik
- Interaksionisme Simbolik Transendental
- Penutup

Ulasan
Belum ada ulasan.