Dalam pelaksanaan salat Jumat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, khususnya khutbah. Sebab, khutbah merupakan suatu prosesi yang harus dilalui demi keabsahan salat Jumat. Bahkan tidak hanya itu, substansi dan teknis penyampaiannya juga sangat penting untuk didengar oleh jamaah. Di sinilah pentingnya muatan dari isi dan cara penyampaian khutbah agar jamaah mendapatkan manfaatnya. Berkaitan dengan teknis penyampaian khutbah, salah satu yang harus diperhatikan adalah mengenai durasinya. Beberapa khatib menyampaikan khutbah sangat panjang sehingga para jamaah bosan dan mengantuk. Apabila mengikuti sunah Nabi Muhammad saw. durasi khutbah tidak perlu memakan waktu yang terlalu lama.
Khutbah dan salat Jumat mempunyai syarat, adab, dan rukun masing-masing. Jangan sampai momentum khutbah justru bermotif provokasi, apalagi menyebarkan informasi yang bohong atau hoaks. Sebab, kesalahan khatib, seperti meninggalkan syarat ataupun rukun khutbah dapat berakibat pada ketidakabsahan khutbah dan jumatan bagi dirinya sehingga ia wajib mengulangi ibadah salat Jumatnya.
Oleh karena itu, upayakan khatib maupun imam masjid harus dari golongan Islam Ahlussunah wal Jamaah an-Nahdliyah agar syarat, rukun, dan muatan isinya benar. Selain itu juga untuk menghindari potensi khutbah yang provokatif, radikal, atau caci-maki.



Ulasan
Belum ada ulasan.