A MULTICULTURAL COUNTRY merupakan sebuah istilah yang tepat jika diberikan kepada Indonesia. Pemberian julukan ini disebabkan oleh keadaan negara yang kaya akan keberagaman, dari sisi agama atau kepercayaan, suku, maupun bahasa. Keberagaman ini dapat menjadi potensi sekaligus pemicu timbulnya pelbagai persoalan jika tidak diolah secara tepat.
Persoalan-persoalan negatif yang timbul dapat diatasi, salah satunya dengan pendidikan multikultural. Aspek multikultural lekat dengan sejarawan yang sangat berpengaruh dalam dunia keilmuan, yakni Ibnu Khaldun. Baginya, pendidikan multikultural mengajarkan bagaimana suatu bangsa atau suku bertingkah laku. Ibnu Khaldun sangat mengedepankan aspek sejarah dalam pendidikan multikultural. Alasannya, dari sejarah akan dipahami asal suatu suku dan ini akan menumbuhkan rasa solidaritas.
Perjalanan panjang Ibnu Khaldun yang penuh dengan keragaman membuatnya mampu memandang dunia secara komprehensif dan terus berupaya mencari hukum-hukum realistis yang menguasai dan membentuk proses kemasyarakatan. Dengan pemikiran dan gagasannya, harapannya dunia pendidikan mampu mengambil pesan-pesan tersirat maupun tersurat.
Buku ini dihadirkan untuk mengupas pemikiran-pemikiran Ibnu Khaldun, terutama yang berkaitan dengan aspek pendidikan multikultural. Di dalamnya, berisikan materi-materi berikut.
- Konsep Pendidikan
- Pendidikan Multikultural
- Tinjauan Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun
- Riwayat Ibnu Khaldun
- Pemikiran-Pemikiran Ibnu Khaldun



Ulasan
Belum ada ulasan.