Resensi

Komitmen Nasionalisme Ulama Ahlussunnah wal Jamaah

KH Marzuqi Mustamar

Sikap nasionalisme dan keimanan semakin sempurna jika dilandasi dengan komitmen mencintai negaranya (hubbul wathan minal iman). Sebab, berkaca pada negara-negara lain, khususnya negara Timur Tengah sering sekali terjadi peperangan, padahal mereka sesama saudara sebangsa dan setanah air.

Oleh: K.H. Marzuqi Mustamar

Hal itu terjadi bukan karena mereka tidak memahami agama, melainkan karena kurangnya ajakan nasionalisme dan minimnya ajaran mencintai tanah air. Hal itulah yang pada akhirnya menyebabkan mereka saling terpecah-belah dan bermusuhan antarsesama. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Indonesia sekarang ini, setiap orang dapat melakukan ibadah dengan tenang dan aman.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia semestinya bersyukur karena hidup di tengah-tengah masyarakat yang saling menghargai, rukun dan damai ini. Tanpa kemerdekaan, kita tidak mungkin bisa beribadah dengan aman, membangun madrasah atau sekolah, belajar dengan baik dan kondusif, berdakwah dan bekerja dengan nyaman, serta melakukan aktivitas lain dengan lancar.

Dalam konteks ini, eksistensi keberadaan  Indonesia menjadi bagian penting dari keberlangsungan Islam karena menjaga Indonesia sejatinya menjaga jati diri Islam itu sendiri. Nilai nasionalisme merambat ke seluruh unsur di Indonesia, mulai dari suku, budaya, bahasa, bahkan agama. Secara historis, para pejuang kemerdekaan terdahulu tentu tidak hanya berasal dari kalangan Islam, tetapi juga dari berbagai agama dengan semangat yang sama untuk mewujudkan kemerdekaan.

Meskipun secara keyakinan agama masing-masing berbeda, tetapi mereka mempunyai hubungan dan komitmen yang sama tentang pemahaman nasionalisme tanpa mencampuri keimanan satu sama lain hingga akhirnya mampu mencapai kemerdekaan. Artinya, nasionalisme berperan penting sebagai jembatan menyempurnakan keimanan.

Sebab, tanpa adanya kemerdekaan tidak mungkin keberlangsungan praktik keagamaan dapat terlaksana dengan lancar dan leluasa seperti saat ini. Maka dari itu, buku ini merupakan salah satu pedoman yang solutif dalam prinsip berbangsa dan bernegara. Sempurnakanlah keimanan dengan nasionalisme dan berkahilah nasionalisme dengan keimanan.  

Editor: Febi Akbar Rizki

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *