Di era yang serba digital ini, setiap individu dapat membeli barang hanya melalui aplikasi penyedia yang terpasang di gawai. Namun, sikap tersebut rentan memicu gaya hidup konsumtif. Terlebih dengan kehadiran paylater dan layanan pinjaman online, transaksi makin terasa mudah, lebih cepat, dan lebih ringan. Di balik kemudahan itu tersimpan risiko yang kerap luput dari perhatian; seperti jeratan utang yang menumpuk, kecemasan yang menghantui, hingga rusaknya hubungan sosial dan keluarga.
Fenomena semacam ini tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa, tetapi juga menjalar ke kalangan mahasiswa, pekerja muda, hingga ibu rumah tangga. Generasi yang seharusnya tengah membangun masa depan justru terjebak dalam gaya hidup instan yang dibungkus rapi oleh teknologi finansial. Budaya konsumsi cepat, tren media sosial, serta tekanan gaya hidup membuat banyak anak muda mengambil keputusan finansial yang kurang bijak.
Lewat buku ini, potret perilaku konsumsi generasi muda direkam. Tujuannya agar orang tua, pendidik, dan masyarakat memahami pentingnya pendidikan finansial sejak dini. Lebih dari itu, pembahasan dalam buku ini mengajak para pembaca untuk berpikir ulang mengenai makna uang, gaya hidup, serta nilai-nilai yang membentuk keputusan finansial. Beberapa rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah yang mesti dilakukan juga disajikan dalam setiap pembahasan. Ada sepuluh bab yang akan mengantarkan pembaca pada pemahaman finansial yang lebih bijak.
- Fenomena Paylater di Indonesia
- Psikologi Konsumsi Generasi Z
- Paylater dan Jeratan Utang
- Manajemen Keuangan yang Terabaikan
- Peran Keluarga dan Lingkungan Sosial
- Regulasi dan Perlindungan Konsumen
- Alternatif dan Solusi Finansial
- Ekonomi Kreatif dan Gaya Hidup Finansial Positif
- Literasi Keuangan di Era Digital
- Masa Depan Generasi Finansial Cerdas



Ulasan
Belum ada ulasan.