UANG dalam refleksi filsafat dipahami bukan sekadar alat ekonomi, melainkan juga tanda yang merepresentasikan realitas sosial, budaya, dan psikologis manusia. Dengan adanya uang, individu dapat menunjukkan kesejahteraan hidupnya, kekuasaan, status sosial, prestise, dan pengaruhnya dalam kehidupan sosial. Ini menandakan uang memiliki fungsi lain, yakni sebagai alat tukar sekaligus simbol kedaulatan dalam diri seseorang bahkan juga bangsa.
Di tengah kehidupan yang konsumtif, cara individu memperlakukan uang tidak hanya ditentukan oleh logika; tetapi juga oleh emosi, kebiasaan, dan pengaruh lingkungan. Gaya berbelanja dan pembayaran yang kini beralih ke dunia digital menuntut seseorang untuk memiliki kecakapan tambahan tentang bagaimana memperlakukan uang sesuai kebutuhan.
Lewat buku ini, pembaca diajak untuk memahami sisi lain dari uang: bagaimana perasaan, gaya hidup, dan tekanan sosial membentuk cara manusia membuat keputusan finansial sehari-hari. Jika tidak diperlakukan dengan bijaksana, uang dapat menjadi sumber konflik dalam kehidupan. Melalui kisah nyata, refleksi sederhana, hingga strategi praktis, buku ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana cara mengelola keuangan secara lebih bijak di tengah godaan konsumtif modern.
Untuk lebih mendalami seluk-beluk tentang uang, gaya hidup di era konsumtif, dan tantangan menabung, buku ini telah membagi pembahasannya menjadi sepuluh bab berikut.
- Uang dan Kehidupan Sehari-hari
- Tantangan Menabung di Era Konsumtif
- Godaan Diskon, Promo, dan Konsumtivisme
- Paylater, Kredit, dan Pinjaman Digital
- Media Sosial dan Tekanan Gaya Hidup
- Keluarga, Uang, dan Dinamika Kehidupan
- Bias Keuangan dalam Kehidupan Sehari-hari
- Literasi Keuangan di Era Digital
- Jalan Menuju Kebebasan Finansial
- Menata Ulang Hubungan dengan Uang



Ulasan
Belum ada ulasan.